Review pembaca: Fenny Sugih

#Flashback 24 November 2014

wpid-img_20141125_103904.jpgWaktu menunjukkan pukul 06.00 WIB, seperti biasa saat semangat ini berkumpul dalam dada, (Cielaaah…) segera kenakan training, jaket juga sepatu lari. Lari pagi di sekitar kompleks menjadi kebiasaan rutin untuk mengumpulkan energi hari ini. Hanya lima belas menit lari ke ujung komplek dan kembali lagi di hadapan rumah, sehabis lari agar ibu tak mengomel (ups)waktunya menyiram bunga depan rumah.

Tidiiid… suara klakson terdengar dari motor oren. Ternyata pak pos Indonesia, membawakan aku sesuatu dari Jakarta. Asyik ini dia, “Catatan Skolioser Pantang Padam”. Senang sekali rasanya dapat buku free plus tanda tangan penulis :*. Langsung deh selfie dulu. (tetep).

Penulis : Yulia E.S.
Editor : Putri Sekar Pertiwi
Ilustrasi : Taqi Kanara
Cover dan layout : Alma Arif Ismail
Penyelaras aksara : Yustika Kurniati
Tahun terbit : 2014
Tebal buku : xvi + 160 halaman

Pantang padam, buku ini menyeret judul yang terkesan lugas, tajam, dan akurat. Kesan pertama mendengar kata “pantang padam” seperti lampu yang selalu terang.

Cover buku berlatar malam hari bertaburan bintang ditemani terangnya bulan. Objek seseorang yang diterangi sorot lampu, ia berjalan lurus mengikuti cahaya, tanpa melihat ke belakang. Seolah ingin keluar dari masa kelam. Menjadikan buku ini yang beralaskan warna hitam, telah berwarna dengan adanya cahaya alami dari bulan dan bintang atau pun lampu di tepi jalan. Banyak sumber cahaya membuat segalanya lebih jelas dilihat.

Kata“Catatan skolioser” semakin membuahkan beribu pertanyaan akan sosok di balik buku ini. Apakah objek seseorang itu bernama skolioser. Terdengarnya memang aneh, seperti nama latin yang semakin membuat penasaran.

Jika terus memaki sakit,

kau akan terus berada di dalam lorong gelap.

Mengapa tak keluar saja?

Tengadah pada matahari?

Lalu katakan,Ini aku, diriku, apa adanya.” (hlm. 101)

Seketika saja pergolakan batin bersemarak dalam diri. Perang nurani antara berlari menggapai bintang atau terpenjara dari keterbatasan. Cerita seseorang yang sedang berjuang.

Hal yang menarik dalam buku ini banyak sekali. Beberapa quotes yang menjadikan suntikan semangat bagi pembaca. Berikut, kalimat favorit dalam buku ini :

  1. Sesuatu yang bisa membuat hati dan pikiran merasa senang dan tak terbebani bahwa diri ini memiliki kondisi berbeda dengan yang lain. (hlm. 29)

  2. Mendaki gunung menjadi semacam simulasi kehidupan ketika kita berjuang bukan mengatasi tingginya pendakian atau curamnya tebing, melainkan mengatasi diri kita sendiri. ~ Tantyo Bangun ~ (hlm. 30)

  3. Bersembunyi itu memang melelahkan. Tapi tak perlu bersembunyi pun mereka juga tetap ada di sini. (hlm. 51)

  4. Lukisan indah karena perpaduan warna, masakan nikmat karena perpaduan rasa. Hingga ketika kelabu mewarnai atau pahit dirasai, maka sabarlah… dengannya hidup akan lebih bermakna. (hlm. 77)

  5. Tak kau lihat ranting itu, dia bukan bersedih, dia sedang menari. (hlm. 80)

  6. Too much worrying makes you no where. (hlm.90)

  7. Kesulitan akan gampang dipecahkan dengan mengubah cara pandang, Boi. ~ Lintang ~ (hlm. 91)

  8. Berfokus pada apa yang bisa ia lakukan bukan pada apa yang tidak bisa ia lakukan. ~ Garry P. Scott~ (hlm. 99)

Masuk ke dalam cerita ini dan memaknai setiap inci buku ini seperti sebuah travelling tersendiri. Seakan seperti buku ilmu pengetahuan, terutama kesehatan. Perjalanan sosok skolioser dengan berbagai masalah yang menghinggapinya. Menjadikan dirinya terpacu untuk mengetahui segala hal yang sedang ia alami.

Buku ini menuangkan misteri di awal cerita dan kisah mengharukan pembakar semangat di tengah dan akhir cerita. Berbagai sosok lain pemacu syukur yang semakin menyadarkan bahwa kita diciptakan dengan banyak kelebihan. Dan segalanya harus disyukuri dan dinikmati. Sehingga apapun masalah kita terselesaikan dengan cara yang benar adanya.

Ketertarikan pada buku ini dalam kiasan judul-judul yang dipilih. Membuat terkesan dan ingin segera memaknai alur cerita untuk segera membacanya hingga tuntas. Beberapa kutipan favorit yang menjadikan catatan skolioser benar-benar “pantang padam”. Pengetahuan-pengetahuan kesehatan mengenai skoliosis, brace, deteksi dini skoliosis, MVP, dan masih banyak lagi hal yang membuat buku ini lebih bermakna.

Tugas untuk catatan skolioser ini pada quotes berbahasa inggris yang terkadang terlalu banyak dan agak over lapping. Sehingga kurang menyatukan kisah dan alur cerita. Lebih favorit kata-kata yang terlahir dari sosok skolioser sendiri dan beberapa tokoh yang hadir.

Dan beberapa hobby seperti melukis sebelum diketahui kondisinya, akan lebih berkembang jika diperlihatkan beberapa lukisan. Secara detail dijelaskan mengenai lukisan beserta gambar dan perjuangan saat melukis tersebut. Seperti kalimat favorit di atas poin ke 5 gambar ilustrasi dan penjelasan yang sangat menarik dan menyiratkan banyak makna.

Saya sangat suka gaya penulisannya, apa adanya tidak terlalu banyak dibuat-buat. Kisah nyata yang sangat menginspirasi sebagai moodbooster yang menyuntikan semangat energi. Harus menikmati hidup apapun yang terjadi. Salam hangat dari Tasikmalaya, mba. Semoga silaturahmi tetap terjaga. ^_^

Penulis resensi: Fenny Sugih

Tulisan diambil dari blognya di sini http://sugihfenny.blogspot.com/2014/12/review-catatan-skolioser-pantang-padam.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *